Sejarah Desa

Desa Doro adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Desa Doro terdiri dari 6 pedukuhan, yaitu : Siumbung Kepuh, Krajan, Kasotengah, Kasocikal, Kasogunung. Jauh sebelum kemerdekaan RI tahun 1945 nama desa Doro sudah ada dan diperkirakan nama tersebut muncul pada zaman kerajaan Mataram Islam. Menurut BABAT PEKALONGAN yang dikenal juga Babad Hutan Gambiran yang menceritakan sejarah berdirinya Kabupaten Pekalongan pada waktu itu.

Adapun menurut cerita dari para sesepuh desa bahwa nama Doro berasal dari kata ben-Doro yang berarti tuan karena pada waktu itu para pebesar (bendoro) kerajaan yang bertugas untuk membuka hutan/Babad pekalongan yang berada diwilayah Doro sebagai wilayah baru. Kemudian para Pembesar (bendoro) yang bertugas itu beristirahat bersama dengan para pengawalnya ditempat ini, maka ditetapkannya bahwa tempat ini dinamai Doro, yang berasal dari kata ben-Doro dan tempatt istirahatnya dalam bahasa jawa ngaso maka disebut juga Dukuh Kaso. Selanjutnya berhubungan di Doro merupakan pusat peristirahatan para Punggawa Kerajaan yang berasal dari Mataram pada waktu itu kemudian dinamai Dukuh Krajan yang sampai sekarang menjadi pusat ibukota Kecamatan.

  • Sejarah Kepemimpinan Desa
  • Kepala Desa pertama di Desa Doro Mbah Boyamin, menjabat dari tahun 1922 sampai dengan tahun 1937. Dalam kurun waktu 15 Tahun kepemimpinan Mbah Boyamin menghasilkan karya, sebagai berikut :
  • Gotong Royong
  • Gugur Gunung
  • Ronda Malam
  • Pengumpulan Upeti
  • Pembangunan masjid Jami’ Doro
  • Pengadaan Pasar
  • Kepala Desa kedua adalah Bpk. Muhram yang menjabat dari tahun 1937 sampai tahun 1945. Dalam kurun watu 8 Tahun kepemimpinan Bpk. Muhram menghasilkan karya, sebagai berikut :
  • Pembangunan Jalan Desa
  • Gotong Royong
  • Gugur Gunung
  • Kepala Desa Ketiga adalah Bpk. Kondran menjabat tahun 1946. Dengan adanya gangguan suasana tidak aman karena Pemerintahan Belanda masih menguasai Pemerintahan pada saat itu dan Desa Doro sendiri penjajah belum meninggalkan walaupun RI telah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, sehingga dengan masih adanya kekacauan pperang maka saat itu kepala desa beserta warganya mengungsi dan dalam kurun waktu 1946-1947 terjadi kekosongan pemerintahan desa.
  • Kepala Desa Keempat adalah Bpk. Soemardi, yang menjabat Lurah Rekumba yang di angkat Pemerintah Belanda sejak tahun 1948-1949. Hasil karyanya adalah melaksanakan perintah dari Pemerintahan Kolonial Belanda, pengumpulan upeti untuk keperluan Belanda serta adanya pabrik karet untuk memperluas tanaman karet.
  • Kepala Desa kelima adalah Bpk. Kondran, kembali menjabat tahun 1949 sampai dengan tahun 1963 setelah Belanda menyerah kepada RI. Selama kepeminpinannya menghasilkan karya, sebagai berikut :
  • Gotong Royong
  • Gugur Gunung
  • Pajak Hasil Bumi
  • Keamanan Lingkungan/Ronda Malam
  • Program Pemberantasan Buta Huruf (PBH)
  • Pelaksanaan program Pemberantasan penyakit cacar melalui imunisasi rutin.
  • Kepala Desa keenam adalah Bpk. Ramuad (Lurah Warnen/PJS) dari tahun 1963 sampai dengan tahun 1964. Selama kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Gotong Royong/kerja bakti rutin
  • Pajak Hasil Bumi
  • Keamanan Lingkungan
  • Melaksanakan Pemilihan Kepala Desa periode selanjutnya.
  • Kepala Desa ketujuh adalah Bpk. Ramoeat yang menjabat dari tahun 1964 sampai dengan 1976. Selamat kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Gotong Royong Gugur Gunung
  • Pajak Hasil Bumi/Ipeda
  • Kamtibmas/Ronda Malam
  • Pelaksanaan imunisasi cacar rutin
  • Pembangunan jalan desa dan jembatan
  • Pertama kali adanya pengaspalan jalan Doro-Kedungwuni
  • Program Bimas/Inmas/Kredit Usaha Tani
  • Program bantuan pembangunan desa
  • Pembangunan senderan saluran sipetai
  • Kepala Desa kedelapan adalah Bpk. Moehrad (PJS/Karteker dari TNI AL) dari tahun 1976 sampai dengan 1978. Selama kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Program Bimas lanjutan
  • Inpres Bantuan desa
  • Penyedia lokasi SD Inpres 1976/1978
  • Gotong royong dan gugur gunung
  • Pajak Hasil Bumi/Ipeda
  • Imunisasi Cacar
  • Kepala Desa kesembilan adalah Bpk. Abdullah Sunaryo (PJS/Karteker dari TNI AD) menjabat dari tahun 1978 sampai dengan tahun 1980. Selama kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Gotong royong dan gugur nunung
  • Pajak Hasil Bumi/Ipeda
  • Inpres Bantuan Desa
  • Pembentukan GMS/Kader Gerakan Muda Sehat
  • Kegiatan penimbangan balita
  • Perbaikan saluran sipetai
  • Menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa tahun 1980
  • Kepala Desa Kesepuluh adalah Bpk. Sampurno yang menjabat dari tahun 1980 sampai dengan 1989. Selama kepemimpinannya enghasilkan karya sebagai berikut :
  • Gotong royong dan gugur gunung
  • Perpajakan/Ipeda
  • Pembangunan jembatan pulai di Kasocikal/Inpres Ban. Des 1981
  • Pelebaran Jalan Desa di Kasocikal
  • Penyediaan terminal pertama
  • Pembangunan jalan makadam di Kasocikal
  • Pembangunan Balai Desa/Kantor  Desa
  • Pembangunan gedug TK
  • Pengembangan pemukiman di tanah GG di Kasogunung dan Kasocikal.
  • Kepala Desa Kesebelas adalah Bpk. Chusnul Marom, BA. (PLT) dari tahun 1989 sampai dengan 1990. Selama kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Perpajakan
  • Pelaksanaan Inpres Bantuan Desa
  • Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa periode 1990/1998
  • Kepala Desa Keduabelas adalah Bpk. Sampurno (periode ke 2) dari tahun 1990 sampai dengan 1998. Selama kepemimpinan yang kedua ini menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Perpajakan/Pajak Bumi dan Bangunan
  • Pelaksanaan program pemutihan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 6 Pos Pedukuhan
  • Penyelenggaraan Program Imunisasi Nasional (PIN)
  • Pengaspalan jalan desa dukuh krajan dan dukuh silumbung (Bandes)
  • Rehab balai desa/kantor desa
  • Rehab gedung TK Pertiwi Doro
  • Pembangunan bak air bersih
  • Pengerasan jalan desa di dukuh kasogunung, kasotengah, kasocikal (Bandes)
  • Proyek listrik masuk desa dikasocikal dan Kepuh
  • Pengaspalan jalan desa di kepuh / inpres Bandes 95/96
  • Pengadaan ternak ayam buras inpres Bandes 96/97
  • Bantuan Pengadaan sarana air bersih PU Prop. Di Kepuh
  • Pembangunan jembatan dekr di 4 lokasi/ inpres Bandes 97/98
  • Pengadaan sertifikat massal.
  • Kepala Desa  ketiga belas /ymt. Kades Bpk. Surachman dari tahun 1998 sampai tahun 1999. Selama kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Menggalakan Pajak Bumi dan Bangunan
  • Program posyandu dan PIN
  • Pelaksanaan Inpres Bantuan Desa th. 1998/1999 Pembangunan perbaikan jembatan pulai daan rehab balai desa
  • Pelaksanaan proyek PDM-DKE th 98/99, pembangunan pengerasan jalan desa dukuh kasotengah – kasocikal
  • Penyelenggaraan pemilihan kepala desa periode 1999-2007
  • Kepala Desa keempat belas Bpk. Suharto dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2007, selama kepemimpinannya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Menggalakan Pajak Bumi dan Bangunan
  • Pelaksanaan posyandu
  • Pengadaan sertifikat massal
  • Pelaksanaan Inpres Bandes tahun 2000
  • Perbaikan balai desa/kantor desa
  • Pembangunan pagar bumi TK Pertiwi
  • Pelaksanaan PDM DKE (perbaikan aspal jalan desa) di kasogunung, krajan, silumbung, dan kepuh
  • Pengaspalan jalan desa di kasogunung dan kasocikal dari dana Bandes 2001
  • Pengaspalan jalan desa (bantuan aspal) di kasocikal dan silumbung
  • Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Doro dan Masjid di Kasicikal
  • Pengaspalan jalan desa di dukuh kasogunung dan kaso tengah dana BP3MD tn 2000
  • Pelaksanaan proyek pemugaran lingkungan jalan dan 10 rumah tidak mampu
  • Pengaspalan jalan desa di kasocikal/APBD bantuan aspal
  • Pengaspalan jalan desa di kasocikal dan krajan/Dana BP3MD
  • Pengaspalan jalan desa di kasogunung/BP3MD
  • Pengaspalan jalan desa di kasocikal (bantua aspal)
  • Sanitasi lingkungan musholla di kasotengah, kasocikal, dan kasogunung dari bantuan semen pemda Kabupaten
  • Pengaspalan jalan desa di dukuh silumbung dan krajan/BP3MD 2005
  • Pengaspalan jalan desa Jl. Tapak Menjangan Kasogunung/ BP3MD 2006
  • Pengaspalan jalan kampung zingzong/bantuan aspal
  • Pengaspalan jalan lapangan baru windu aji
  • Pengaspalan jalan di kasocikal/BP3MD 2007
  • Pembentukan BPD periode 2007-2013
  • Penyelenggaraan pemilihan kepala desa periode 2007-2013
  • Kepala Desa kelima belas Bpk. Suharto (periode kedua) dari tahun 2007-2013, selama kepemimpinan keduanya menghasilkan karya sebagai berikut :
  • Pelaksanaan punguta PBB
  • Pelaksanaan posyandu
  • Pembentukan FKD (Forum Kesehatan Desa)
  • Pelaksanaan BP3MD/ADD tahun 2007 pengaspalan jalan desa di kasocikal
  • Pelaksanaan bantuan kearsipan
  • Pelaksanaan bantuan kesehatan (pembangunan jamban keluarga)
  • Pembangunan gedung TPQ Al-Amin kasocikal pleh PNPM-MD tahun 2008
  • Pelaksanaan pengaspalan dukuh kepuh/BP3MD 2008
  • Proyek air bersih PANSIMAS APBD I di kasogunung
  • Pengaspalan jalan desa menuju lapangan /BP3MD 2009
  • Pembangunan gedung TK Pertiwi oleh PNPM-MD 2009
  • Pembangunan pengaspalan jlan di kepuh dari Dana BSPD/ADD 2010
  • Pembuatan jalan makadam dan jembatan dikasocikal oleh PNPM-MD 2010
  • Perbaikan jalan desa kasotengah-kasocikal oleh PPIP 2010
  • Program pembuatan Peraturan Desa tentang RPJM-Des
  • Kepala  keenam belas

Yang selanjutya sedang dalam proses adalah penyusunan program RPJM Des untuk tahun 2020-2025.

Demikian legenda desa dan sejarrah kepemimpinan desa Doro yang kami rangkum secara singkat untuk diketahui bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *